Editor/Pewarta: Alfondswodi
BITUNG (Gawai.co) — Komisi I DPRD Kota Bitung menemukan sejumlah catatan penting dalam peninjauan lapangan (on the spot) ke beberapa Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kota Bitung. Dari hasil inspeksi tersebut, terdapat dua SPPG yang dinilai belum sepenuhnya siap secara operasional, meski telah menjalankan kegiatan pelayanan hingga hari ini.
Dalam temuan tersebut, Komisi I menyoroti aspek higienitas dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Meski demikian, pihaknya memastikan tidak ada siswa yang terdampak atau mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut.
“Kami melihat ada beberapa hal yang perlu segera dibenahi. Secara higienis, ada yang belum memenuhi standar dan SOP dari BGN. Ini penting karena menyangkut keamanan pangan bagi siswa,” ujar Ketua Komisi DPRD Kota Bitung, Nabsar Badoa. Kamis (19/2/2026).
Selain itu, tim juga menemukan kekurangan dalam proses receiving atau penerimaan bahan baku. Di salah satu SPPG, jalur masuk barang belum dipisahkan secara jelas antara bahan kotor dan area bersih, sehingga berpotensi terjadi cross contamination. Barang yang seharusnya melewati area clearing justru masuk melalui area yang notabene merupakan zona higienis.
Komisi I berharap hasil temuan ini dapat menjadi rujukan bagi pengelola SPPG untuk segera melakukan pembenahan. DPRD, kata mereka, akan terus memberikan dukungan agar program prioritas pemerintah pusat tersebut berjalan sesuai standar nasional dan hasil uji mutu higienis.
“Program ini adalah harapan besar pemerintah pusat dan masyarakat. Kami ingin apa yang dikonsumsi para siswa benar-benar aman (safe to be consumed), bermutu, dan sesuai standar. Ini menyangkut generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Penyelenggara Program Makan Bergizi Badan Gizi Nasional Kota Bitung, Dewi Sartika Mellaninyanto, menyatakan pihaknya akan segera melaporkan hasil peninjauan tersebut kepada pelaksana teknis untuk dilakukan perbaikan.
“Kami akan menyampaikan hasil evaluasi ini kepada pelaksana agar segera melakukan pembenahan sesuai standar yang ditetapkan,” ujarnya.
Di sisi lain, hasil peninjauan juga menunjukkan capaian positif. Dari sejumlah SPPG yang dikunjungi, dua di antaranya dinilai layak dan patut diapresiasi. Bahkan, SPPG Wangurer Barat disebut dapat menjadi rujukan praktik baik (best practice) di Kota Bitung. Selain memperoleh penghargaan sebagai Dapur Terbaik, SPPG tersebut dinilai memenuhi standar operasional dan higienitas, sehingga layak dijadikan percontohan bagi SPPG lainnya.
Komisi I menegaskan evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan program makan bergizi berjalan optimal dan benar-benar memberi manfaat maksimal bagi para siswa di Kota Bitung. (ayw)

















