Perkuat Budaya Kampus Aman dan Inklusif, FBS UNIMA Gelar Sosialisasi Satgas PPKPT pada Kuliah Perdana Semester Genap

Editor/Pewarta: Martsindy Rasuh

MINAHASA (Gawai.co) — Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (UNIMA) menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang aman, inklusif, dan berintegritas melalui kegiatan Sosialisasi Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UNIMA. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Kuliah Perdana Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 Jurusan Pendidikan Bahasa Asing dan dilaksanakan pada Selasa (10/2/2026).

Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber dari Satgas PPKPT UNIMA, yakni Dr. Deetje J. Solang, M.Si. dan dr. Youwlanda Wulan Pangkey, yang memberikan penguatan konseptual dan praktis terkait pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan kampus.

Kegiatan ini menjadi ruang reflektif sekaligus edukatif bagi sivitas akademika untuk memahami pentingnya menciptakan “ruang aman, belajar nyaman, prestasi maksimal” sebagai fondasi utama penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu.

Dalam pemaparannya, Dr. Deetje J. Solang, M.Si. menekankan bahwa keberadaan Satgas PPKPT bukan semata sebagai instrumen administratif, melainkan sebagai manifestasi komitmen institusi dalam menjamin hak setiap warga kampus untuk memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, psikologis, maupun seksual.

Ia menjelaskan bahwa pencegahan kekerasan harus dimulai dari pembangunan kesadaran kolektif, penguatan regulasi internal, serta mekanisme pelaporan yang responsif, transparan, dan berpihak pada korban.

Sementara itu, dr. Youwlanda Wulan Pangkey mengulas aspek kesehatan fisik dan psikologis korban kekerasan serta urgensi pendekatan holistik dalam proses penanganannya.

Ia menegaskan bahwa lingkungan akademik yang sehat tidak hanya diukur dari capaian intelektual, tetapi juga dari sejauh mana kampus mampu menjamin keamanan dan kesejahteraan mental seluruh sivitas akademika. Menurutnya, upaya preventif harus dibarengi dengan edukasi berkelanjutan agar tercipta budaya saling menghormati, empati, dan tanggung jawab sosial.

Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari civitas akademika Jurusan Pendidikan Bahasa Asing FBS UNIMA. Kehadiran Satgas PPKPT sebagai narasumber pada kuliah perdana dinilai strategis dalam membangun kesadaran sejak awal semester mengenai pentingnya etika akademik dan relasi sosial yang sehat di lingkungan kampus.

Dekan FBS UNIMA, Dr. Grace Shirley Luntungan, M.Hum., yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Glenie Latunie, S.Pd., M.Sn., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai keamanan dan kenyamanan belajar merupakan bagian integral dari misi fakultas dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Ia menyampaikan bahwa FBS UNIMA tidak hanya berorientasi pada pengembangan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa, tetapi juga pada pembentukan karakter dan integritas moral.

“Kampus harus menjadi ruang yang aman dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika. Melalui sosialisasi Satgas PPKPT ini, kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memahami hak dan kewajibannya, serta mengetahui mekanisme perlindungan yang tersedia. Lingkungan yang aman akan melahirkan proses pembelajaran yang optimal dan prestasi yang maksimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan ini selaras dengan kebijakan nasional terkait pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi, sekaligus menjadi langkah konkret FBS UNIMA dalam menginternalisasi nilai-nilai etika, kesetaraan, dan keadilan dalam kehidupan akademik.

Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, FBS UNIMA berharap terbangun kesadaran kolektif dan komitmen bersama untuk menciptakan budaya kampus yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan perundungan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola kelembagaan, tetapi juga menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya atmosfer akademik yang produktif, humanis, dan berdaya saing. (Mrt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *