Tekankan Green Election dan Big Data, Anggota Bawaslu RI Dorong Peran Fatek Unima dalam Penguatan Demokrasi Digital

Editor/Pewarta: Martsindy Rasuh

MINAHASA (Gawai.co) — Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado (Unima) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Pengawasan Pemilu Berkelanjutan: Green Election, Pemanfaatan IT dan Big Data” dengan menghadirkan Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Dr. Herwyn J. H. Malonda, M.Pd., M.H., sebagai narasumber utama. Kegiatan yang berlangsung di Aula Program Studi Teknik Informatika, Selasa (10/2/2026), ini menjadi bagian dari rangkaian Kuliah Umum Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Kuliah umum tersebut dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Teknik Unima. Antusiasme peserta tercermin dari intensitas diskusi yang berkembang sepanjang kegiatan, khususnya terkait transformasi tata kelola pengawasan pemilu melalui pemanfaatan teknologi informasi, pengolahan big data, dan penerapan prinsip ramah lingkungan dalam setiap tahapan pengawasan.

Dalam paparannya, Dr. Herwyn menegaskan bahwa integrasi sistem teknologi informasi dan analisis big data merupakan keniscayaan dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengawasan pemilu di era digital.

Menurutnya, transformasi digital tidak hanya meningkatkan efektivitas dan presisi dalam mendeteksi serta memetakan potensi pelanggaran, tetapi juga memperluas ruang partisipasi publik melalui kanal pelaporan dan pemantauan berbasis teknologi.

Ia juga menggarisbawahi urgensi konsep green election sebagai paradigma baru dalam tata kelola pemilu berkelanjutan. Pendekatan ini diarahkan untuk meminimalkan penggunaan sumber daya fisik—seperti kertas dan distribusi logistik konvensional—melalui optimalisasi sistem digital, sehingga pengawasan pemilu tidak hanya akuntabel secara administratif, tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis.

Sesi kuliah umum ditutup dengan diskusi interaktif yang menggali peluang kolaborasi riset, pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan data, serta penguatan infrastruktur digital guna mendukung pengawasan pemilu baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dialog akademik tersebut memperlihatkan potensi kontribusi multidisipliner dari berbagai program studi di Fakultas Teknik dalam mendukung sistem demokrasi berbasis teknologi.

Dekan Fakultas Teknik Unima, Dr. Hendro M. Sumual, S.T., M.Eng., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kuliah umum bersama Bawaslu RI sejalan dengan visi Fakultas Teknik dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan strategis bangsa.

“Penguatan demokrasi berbasis teknologi informasi dan inovasi berkelanjutan merupakan bagian integral dari tanggung jawab akademik kami. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan konseptual, tetapi juga perspektif praktis mengenai implementasi teknologi dalam tata kelola negara,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Unima, Dr. Irene R. H. T. Tangkawarow, S.T., MISD menilai kehadiran Anggota Bawaslu RI sebagai momentum strategis bagi sivitas akademika. Ia menekankan bahwa pengalaman empiris lembaga negara dalam memanfaatkan teknologi informasi dan big data memberikan gambaran nyata tentang bagaimana inovasi digital dapat diintegrasikan dalam sistem pengawasan pemilu yang transparan, akuntabel, dan berwawasan lingkungan.

Menurutnya, paparan tersebut membuka kesadaran mahasiswa bahwa perkembangan teknologi informasi bukan semata ruang industri, tetapi juga instrumen vital dalam penguatan demokrasi.

“Keilmuan dari berbagai program studi di Fakultas Teknik sesungguhnya memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam penguatan tata kelola pemilu dan sistem demokrasi di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) fakultas, terutama dalam aspek kolaborasi dengan lembaga negara, penguatan rekognisi institusi, serta perluasan pengalaman belajar mahasiswa yang kontekstual dan berdampak.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Dr. Herwyn menyerahkan sejumlah buku karya ilmiahnya—baik yang ditulis secara mandiri maupun kolaboratif bersama akademisi lain—yang memuat laporan kinerja serta gagasan konseptual tentang pengawasan pemilu di berbagai wilayah. Penyerahan buku tersebut diharapkan menjadi referensi strategis bagi pengembangan riset, inovasi, dan penguatan basis keilmuan di lingkungan Fakultas Teknik Unima.

Melalui kuliah umum ini, Fakultas Teknik Unima menegaskan komitmennya untuk menjadi simpul akademik yang adaptif terhadap dinamika demokrasi digital, sekaligus berkontribusi dalam merumuskan model pengawasan pemilu yang modern, partisipatif, dan berkelanjutan. (Mrt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *