Editor/Pewarta: Alfondswodi
BITUNG (Gawai.co) — Aroma ikan segar dan suara tawar-menawar masih menjadi denyut utama aktivitas di Pasar Girian. Namun, di balik rutinitas itu, kegelisahan mulai terasa di kalangan pedagang sejak muncul rencana penataan dan relokasi lapak jualan mereka.
Sebagian pedagang mengaku khawatir kehilangan pelanggan jika harus berpindah ke lokasi baru yang dinilai kurang strategis.
“Kalau pindah, belum tentu pembeli ikut,” ujar seorang pedagang yang namanya engan diberitakan saat bersua dengan awak media beberapa waktu lalu di depan ruangan Komisi II DPRD Bitung.
Kekhawatiran tersebut mendorong DPRD Kota Bitung turun tangan dengan menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, Jumat (6/2/2026), di Kantor DPRD Bitung.
Ketua DPRD Kota Bitung, Vivy Jeanet Ganap, mengatakan lembaga legislatif berupaya mencari titik temu antara kebutuhan penataan pasar dan aspirasi pedagang.
“Penataan harus berjalan sesuai regulasi, tetapi aspirasi pedagang juga harus didengarkan,” kata Vivy.
Menurutnya, kebijakan penataan belum akan diterapkan dalam waktu dekat karena pemerintah daerah masih akan melakukan sosialisasi kepada pedagang sebagai bagian dari proses komunikasi dan penyesuaian.
“Nantinya pedagang akan diundang untuk mengikuti sosialisasi. Penataan harus dilakukan sesuai regulasi, tetapi aspirasi pedagang juga harus diperhatikan,” tandasnya.
Bagi pemerintah, penataan pasar dipandang sebagai langkah untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertib, bersih, dan aman. Namun bagi pedagang, pasar bukan sekadar tempat berjualan melainkan ruang bertahan hidup.
Perbedaan sudut pandang inilah yang kini menjadi tantangan bersama.
DPRD menilai penataan pasar harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi agar tidak memicu persoalan baru di kemudian hari. Dialog antara pemerintah dan pedagang diharapkan menjadi jalan tengah sebelum kebijakan dijalankan.
Sementara aktivitas jual beli di Pasar Girian tetap berlangsung seperti biasa, para pedagang masih menunggu kepastian apakah penataan akan membawa perubahan yang lebih baik, atau justru menjadi risiko bagi penghasilan mereka. (ayw)

















