Pewarta: Michelle de Jonker
Editor: Alfondswodi
KOTAMOBAGU (Gawai.co) — Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Paloko, Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Rabu (05/02/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya menjelang Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026, di tengah tekanan geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga energi dan pangan.
HLM TPID dipimpin Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Dony Lumenta, serta dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Renold Asri, bersama anggota TPID dari berbagai instansi terkait.
Dalam sambutannya, Dony Lumenta menegaskan pentingnya sinergi antaranggota TPID dalam menghadapi dinamika global yang memengaruhi harga komoditas pangan di dalam negeri. TPID perlu lebih adaptif dan inovatif agar upaya pengendalian inflasi tetap efektif dan tepat sasaran.
“Pemantauan inflasi harus dilakukan secara rutin dan ditindaklanjuti dengan langkah stabilisasi yang konkret. Optimalisasi lahan tidur serta komunikasi publik agar masyarakat berbelanja secara bijak menjadi kunci, terutama pada periode Ramadhan dan Idul Fitri,” ujar Dony.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut, Renold Asri, dalam paparannya menyampaikan bahwa Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2026 difokuskan pada penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan lumbung pangan dan sentra produksi.
Menurut Renold, Kabupaten Bolaang Mongondow memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Utara, sehingga perlu didukung melalui penguatan ekosistem produksi dan distribusi pangan.
Ia juga mendorong perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), termasuk kerja sama antar pelaku usaha (B2B), kemitraan dalam Gerakan Pangan Murah (GPM), serta penguatan infrastruktur dan teknologi pascapanen.
Komitmen pengendalian inflasi turut ditunjukkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dan Pemerintah Kota Kotamobagu terkait KAD komoditas beras, jagung, dan gabah kering.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi capacity building yang membahas program unggulan GNPIP, persiapan TPID Award 2026, serta strategi Bulog dalam memperkuat distribusi pangan strategis.
“Sinergi Bank Indonesia dan pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global,” kata Renold. (Mdj)

















