Minut  

Awali Tahun Ajaran, The Purposeful Kids Ajak Anak Belajar Konservasi di Tasikoki

Para siswa/siswi Sekolah Non Formal The Purposeful Kids saat mengikuti pembelajaran konservasi alam diaula Tasikoki Wildlife Rescue Centre. (foto:istimewa)

Pewarta: Michelle de Jonker

Editor: Alfondswodi

MINUT (Gawai.co) – Mengawali tahun ajaran baru 2026, Sekolah Non Formal The Purposeful Kids menggelar kegiatan pembelajaran luar kelas bertema edukasi satwa dan hutan di Tasikoki Wildlife Rescue Centre, Tanjung Merah, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (10/01/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan anak-anak sejak dini mengenai pentingnya pelestarian satwa liar dan hutan, khususnya keanekaragaman hayati yang ada di Sulawesi Utara.

Melalui kunjungan edukatif tersebut, para peserta diperkenalkan dengan berbagai satwa liar endemik Sulawesi Utara. Anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai alasan satwa liar tidak boleh dipelihara, serta kondisi satwa yang saat ini berada di pusat rehabilitasi akibat perdagangan ilegal dan pemeliharaan yang tidak sesuai dengan habitat alaminya.

Materi pembelajaran disampaikan dalam dua sesi utama, yakni pengenalan satwa liar endemik Sulawesi Utara beserta ekosistem hutan, serta pemahaman mengenai proses rehabilitasi satwa sebelum dilepasliarkan kembali ke alam.

Pendekatan edukatif ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran sejak dini bahwa satwa liar memiliki ruang hidupnya sendiri di alam dan tidak untuk dieksploitasi oleh manusia.

Para siswa/siswi Sekolah Non Formal The Purposeful Kids saat mengikuti pembelajaran diruang terbuka di Tasikoki Wildlife Rescue Centre, Tanjung Merah, Kabupaten Minahasa Utara. (foto:istimewa)

Ketua Yayasan Kinatouan Pelestarian Alam Sulawesi, Yunita Siwi, menyampaikan bahwa edukasi lingkungan sejak usia dini memiliki peran penting dalam membangun generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.

“Dengan mengenal satwa liar dan permasalahan yang mereka hadapi, anak-anak akan tumbuh dengan rasa bangga dan cinta terhadap kekayaan alam daerahnya. Dari merekalah nantinya akan lahir generasi penjaga dan pelestari hutan serta satwa,” ujar Yunita Siwi, Minggu (11/01/2026).

Tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak, kegiatan ini juga berdampak positif bagi para orang tua yang turut mendampingi. Orang tua memperoleh pemahaman langsung mengenai isu konservasi satwa liar serta berbagai tantangan dalam upaya pelestariannya, sehingga manfaat edukasi dirasakan secara menyeluruh oleh keluarga.

Salah satu orang tua murid, Frida Tamaraw, mewakili orang tua lainnya menyampaikan rasa syukur dapat mengikuti kegiatan studi tur bersama anak dan keluarga ke Tasikoki. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan yang valid dan berharga bagi seluruh anggota keluarga.

“Puji Tuhan, semua menikmati kegiatan ini, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Rasa lelah selama kegiatan terbayarkan dengan sukacita karena kami mendapat pengetahuan penting tentang satwa dan lingkungan,” ungkap Frida Tamaraw, Senin (12/01/2026).

Kegiatan edukatif ini menjadi langkah awal The Purposeful Kids dalam membentuk karakter anak yang berwawasan lingkungan, memiliki empati terhadap alam, serta bertanggung jawab menjaga keberlanjutan satwa dan hutan Sulawesi Utara di masa mendatang. (mdj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *