Editor/Pewarta: Alfondswodi
BITUNG (Gawai.co) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Bitung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Bitung, Senin (12/1/2026).
Rapat tersebut membahas insiden pohon tumbang yang menimpa Sekretariat DPD II Partai Golkar Bitung dan mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan.
Ketua Harian DPD II Partai Golkar Bitung, Erwin Wurangian, hadir bersama jajaran pengurus dalam RDP yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Bitung Ronald Kansil serta diikuti pimpinan dan anggota Komisi I dan Komisi III. Rapat berlangsung di ruang sidang paripurna DPRD Bitung.
Dalam pertemuan tersebut, Erwin menyampaikan kronologis kejadian sekaligus menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan penanganan pohon yang dinilai berpotensi membahayakan sebelum peristiwa terjadi. Namun hingga kejadian pohon tumbang berlangsung, permohonan tersebut belum mendapat tindak lanjut.
“Secara kelembagaan, kami telah menyampaikan permohonan penanganan pohon yang dinilai berisiko. Namun sampai peristiwa terjadi, belum ada realisasi,” kata Erwin dalam rapat.
Erwin juga menyampaikan bahwa permohonan penebangan pohon telah diajukan kepada Pemerintah Kota Bitung, khususnya melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Bitung. Ia menilai, kejelasan mekanisme serta standar operasional prosedur (SOP) penanganan pohon tumbang perlu diperkuat, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang belakangan melanda wilayah tersebut.
Selain itu, Erwin mempertanyakan skema mitigasi serta penanganan pascakejadian, termasuk mekanisme bantuan jika terjadi kerusakan akibat bencana pohon tumbang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pemkot Bitung, Mex Iver Mapahena, menyatakan bahwa pihaknya tidak bermaksud mengabaikan pengaduan masyarakat.
Menurut dia, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam penanganan pemangkasan dan penebangan pohon di wilayah Kota Bitung. Ia menyebutkan, pengaduan serupa cukup banyak diterima instansinya.
“Pengaduan terkait pemangkasan pohon cukup banyak. Namun kami menghadapi keterbatasan anggaran. Pada tahun sebelumnya, kami telah mengusulkan penambahan anggaran ke TAPD, tetapi belum mendapat tindak lanjut,” ujar Mex.
RDP tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bersama antara DPRD dan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem mitigasi bencana, khususnya yang berkaitan dengan potensi pohon tumbang di kawasan perkotaan.
Turut hadir di RDP itu, dihadiri Asisten I dan II Kota Bitung, Kadis DLH Kota Bitung, Kadis Perkim Kota Bitung, Kalaks BPBD Kota Bitung, serta Camat Maesa dan Lurah Pakadoodan. (ayw)

















