Editor/Pewarta: Alfondswodi
BITUNG (Gawai.co) – Proyek pembangunan laboratorium kesehatan di Kelurahan Paceda, Kecamatan Madidir, mendapat sorotan DPRD Kota Bitung. Pasalnya, progres pekerjaan dinilai belum mencapai target dan dipastikan mengalami keterlambatan.
Hal itu terungkap saat sejumlah anggota Komisi I DPRD Kota Bitung dan Komisi III DPRD Kota Bitung melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek, Rabu (31/12/2025), didampingi pihak kontraktor CV Gianvic Star.
Dari hasil peninjauan, progres fisik proyek tercatat masih di bawah 70 persen dan belum rampung sesuai jadwal. Meski demikian, beberapa item non-konstruksi seperti meubelair disebut hampir selesai.
“Untuk pekerjaan di luar konstruksi sudah hampir rampung. Namun pekerjaan konstruksi masih banyak yang kurang. Meski begitu, tetap ada progres,” ujar anggota DPRD Bitung, Franky.
Senada, Ahmad Syafrudin Ila menegaskan proyek tersebut secara faktual mengalami keterlambatan. Ia meminta Pemerintah Kota Bitung, khususnya Dinas Kesehatan Kota Bitung, menyikapi kondisi itu sesuai mekanisme yang berlaku.
“Hasil peninjauan kami jelas menunjukkan proyek ini terlambat. Pemkot harus mengambil langkah sesuai ketentuan, baik melalui adendum maupun sanksi denda,” tegasnya.
Ia menekankan, yang terpenting proyek dapat diselesaikan tepat mutu dan anggaran negara digunakan secara bertanggung jawab. DPRD, kata dia, akan terus mengawal pelaksanaan proyek tersebut.
Di sisi lain, kontraktor proyek, Mieke Lahope, menyatakan tidak keberatan atas kunjungan DPRD. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif. Ia juga mengakui progres pekerjaan baru mencapai sekitar 70 persen, seiring pencairan dana yang masih berada di angka 65 persen dari total nilai kontrak sebesar Rp12,7 miliar.
“Pembayaran dilakukan sesuai progres pekerjaan. Saat ini yang dibayarkan baru 65 persen,” jelasnya.
Namun, peninjauan tersebut tidak dihadiri pihak Dinas Kesehatan Kota Bitung, meski sebelumnya telah dilakukan koordinasi. Ketidakhadiran itu sempat menuai kekecewaan dari para anggota DPRD karena agenda kunjungan telah diberitahukan lebih awal. (ayw)

















