Bitung  

Penghujung Tahun, Warga Bitung Keluhkan Kelangkaan Gas LPG 3 Kg

antrian warga saat mengakses gas LPG 3 kg (foto:ilustrasi)

Editor/Pewarta: Alfondswodi

BITUNG (Gawai.co) – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram kembali dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kota Bitung. Kondisi tersebut terpantau pada Selasa (30/12/2025), dan kembali menjadi persoalan klasik yang kerap muncul menjelang akhir tahun serta hari-hari besar keagamaan.

Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh gas bersubsidi tersebut, baik di pangkalan resmi maupun pengecer.

“Sejak Senin pagi gas elpiji 3 kilogram sudah susah didapat. Kami cari di beberapa tempat, tetap kosong,” ujar seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Madidir yang enggan disebutkan namanya.

Ia menuturkan, kenaikan harga masih bisa ditoleransi selama barang tersedia. Namun kelangkaan dinilai sangat memberatkan masyarakat kecil.

“Kalau mahal tidak apa-apa, yang penting ada. Tapi kalau langka begini, kami benar-benar kesulitan,” keluhnya.

Menurut warga, kondisi serupa hampir selalu terjadi setiap penghujung tahun, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Namun kali ini, kelangkaan dirasakan lebih nyata dan merata.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemerintah Kota Bitung, John Michael Toar Sondakh, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan lapangan terkait ketersediaan stok.

“Sebentar kami cek dulu stok per hari ini,” tulis Sondakh melalui pesan singkat WhatsApp saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, berdasarkan data penyaluran hingga 30 Desember 2025, jumlah elpiji 3 kilogram yang telah disalurkan mencapai 201.666 tabung. Peningkatan kebutuhan, kata dia, dipicu momentum perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Memang dalam satu minggu terakhir terjadi peningkatan kebutuhan karena Hari Raya Nataru,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Bitung melalui Bagian SDA memastikan akan melakukan pemantauan lanjutan di lapangan, sekaligus menindaklanjuti laporan kelangkaan serta potensi kenaikan harga jual eceran di tingkat masyarakat. (ayw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *