Editor/Pewarta: Martsindy Rasuh
MANADO (Gawai.co) — Derap percepatan pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Utara memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Universitas Negeri Manado (Unima) secara resmi meneguhkan komitmen untuk mempercepat pembukaan Program Studi Kedokteran dan Pertanian, setelah Presiden Prabowo Subianto merespons permohonan dukungan tersebut dengan kecepatan yang memantik optimisme seluruh pemangku kepentingan.

Respons Presiden yang datang “secepat kilat” menjadi penanda bahwa kebutuhan tenaga kesehatan dan profesional pertanian di Sulawesi Utara adalah agenda strategis yang mendapat perhatian nasional. Tidak menunggu waktu lama, tim teknis dari Kementerian Kesehatan serta Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) langsung mengunjungi Unima untuk melakukan asistensi menyeluruh, mulai dari kurikulum, standar fasilitas, hingga kesiapan sumber daya manusia.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn). Yulius Selvanus, SE, dalam pernyataannya menegaskan bahwa percepatan pembukaan dua prodi tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan nyata daerah.

“Unima memiliki lahan luas, kapasitas akademik yang terus berkembang, dan peran strategis dalam menyiapkan SDM masa depan. Pendidikan kedokteran dan pertanian adalah kunci bagi kemandirian dan kemajuan Sulawesi Utara,” tegas Gubernur.

Rektor Unima, Dr. Joseph Kambey, SE., Ak., MBA, juga menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat pemerintah daerah. “Saat tim kami datang menghadap Bapak Gubernur untuk meminta dukungan, respons beliau langsung diberikan. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah provinsi sangat serius menopang pembukaan prodi baru ini,” ungkap Rektor.

Keseriusan Unima: Dari Pemetaan Lokasi hingga Penetapan Ruang Kuliah Baru
Sebagai wujud keseriusan, Unima bergerak cepat sejak tahap awal. Rektor langsung menginstruksikan tim untuk melakukan peninjauan lapangan dan mengecek lokasi perkuliahan bagi dua program studi baru tersebut. Hasilnya, lokasi kelas kuliah telah ditetapkan dan disiapkan untuk memenuhi standar akademik sebelum operasional dimulai. Penentuan lokasi ini menjadi langkah konkret yang menunjukkan bahwa Unima tidak hanya berfokus pada proses administrasi, tetapi juga kesiapan fisik dan akademik.

Beasiswa untuk 50 Pendaftar Pertama: Insentif bagi Generasi Pelopor
Dalam rangka memperkuat akses dan menarik talenta terbaik, Unima bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan bantuan beasiswa bagi 50 pendaftar pertama pada tahun depan untuk perekrutan calon mahasiswa baru dua prodi tersebut. Program beasiswa ini diharapkan menjadi pemantik bagi generasi muda Sulawesi Utara yang bercita-cita berkiprah di bidang kesehatan dan pertanian.

Selain beasiswa, pemerintah juga menegaskan dukungannya terkait pengembangan sarana–prasarana, memastikan bahwa lulusan yang dihasilkan kelak memiliki kompetensi unggul dan mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Siap Dibuka Tahun Depan
Apabila seluruh proses verifikasi dan perizinan berjalan sesuai harapan, Unima menargetkan pembukaan resmi Prodi Kedokteran dan Pertanian pada tahun depan melalui jalur mandiri. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Unima dan Sulawesi Utara, mempertegas komitmen bersama untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Penandatanganan MoU antara Unima dan Pemprov Sulut sekaligus menjadi momentum pelaporan progres pembukaan dua program studi tersebut—sebuah inisiatif strategis yang sebelumnya telah mendapatkan rekomendasi langsung dari Gubernur Sulut, Yulius Selvanus.

Hadir dalam penandatanganan MoU diantaranya, para asisten dan unsur pimpinan Pemprov Sulut yang mendampingi gubernur, para wakil rektor, dekan-dekan, kepala lembaga, ketua jurusan, kooordinator prodi, serta tamu undangan lainnya. (Mrt)

















