Launching Kios TPID di Pasar Bersehati: BI dukung Pemerintah Sulut Redam Lonjakan Harga Jelang NATARU.

Pewarta : Michelle de Jonker

Editor : Misel Pontoh

MANADO, (gawai.co) Upaya menahan gejolak harga pangan di Sulawesi Utara memasuki Tahun baru. Pemerintah Provinsi Sulut bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) resmi meluncurkan Kios TPID di Pasar Bersehati Manado, Kamis (12/12).

Langkah ini menjadi intervensi strategis untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil saat permintaan masyarakat melonjak pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Peresmian ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Bapak Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, dan dihadiri jajaran OPD, Bulog, Satgas Pangan Polda Sulut, serta instansi terkait lainnya. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari lintas agama dan pantun ringan khas dengan bahasa pasar yang menghidupkan suasana sebelum agenda utama dimulai.

TPID Sulut melaporkan bahwa inflasi daerah mencatat deflasi 0,41% (mtm) pada November 2025 terutama dipicu panen yang melimpah. Namun, situasinya tidak sepenuhnya jadi tenang.

Sulut masih mencatat volatilitas harga bulanan 0,81%, jauh di atas rata-rata nasional 0,50%. Komoditas strategis seperti cabai rawit, tomat, bawang-bawangan, beras, hingga daging babi terus bergantian menduduki daftar penyumbang tekanan harga sejak Januari 2024.

Tren permintaan yang dipastikan melonjak menjelang Nataru, beberapa komoditas ini berpotensi kembali meroket jika tidak diintervensi.

Fungsi utama Kios TPID, menyediakan pangan strategis dengan harga terjangkau, memotong rantai distribusi yang kerap memicu lonjakan harga.

Berikut komoditas yang tersedia:

– Bulog: beras medium sesuai HET, beras premium, gula pasir, minyak goreng premium
– Dinas Pangan: telur ayam, bawang merah, bawang putih
– Dinas Pertanian: aneka hortikultura segar

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara Renold Asri mengungkapkan bahwa pasar bersehati ini dipilih sangat tepat, setiap dinas yang akan bekerjasama selama enam hari ini juga tepat.

“Kios TPID dirancang untuk memenuhi prinsip Tiga Tepat yakni Tepat Lokasi, Tepat Sasaran, dan Tepat Waktu”, Ungkap Renold.

Jam Operasional kios TPID berlangsung setiap hari Senin – Sabtu, dengan empat OPD inti berjaga setiap hari: Bulog, Disperindag, Dinas Pangan, serta Dinas Pertanian & Peternakan. Lebih dari 15 perangkat daerah lain juga terjadwal secara bergantian, menjadikan Kios TPID sebagai titik kolaborasi terbesar TPID Sulut sejauh ini.

Pengawasan harga dan pasokan juga diperketat, tim Satgas Pangan dari Polda Sulut, Bank Indonesia, BPS, Inspektorat, Kodam XIII/Merdeka, Korem 131/Santiago, dan Kejati Sulut turun langsung memastikan transparansi dan stabilitas di lapangan.

Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan dimulainya langkah nyata penguatan ketahanan pangan Sulawesi Utara, harapannya Kios TPID ini bisa menjadi garda depan stabilisasi harga, terutama pada momentum strategis seperti Nataru, bulan puasa, dan hari besar lainnya.

“Kami berharap hadirnya Kios TPID menjadi modal penting menjaga daya beli masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara,” Harap Selvanus.

Kami sudah sediakan Kios TPID disini, Fungsi kios ini tentunya untuk menjaga kestabilan harga dan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara.

“Ini tempat bukan untuk menakut-nakuti tapi ini tempat untuk kontrol, supaya masyarakat bisa melihat harga barang yang sebenarnya, agar kita menjaga harga yang liar dipasaran”, Pungkas Selvanus.

Mdj.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *