Ekonomi Sulut Melesat: Ekspor Tembus USD 1 Miliar, Inflasi Rendah ISEI Manado Kupas Arah Kebijakan 2026

Pewarta : Michelle de Jonker

Editor : Misel Pontoh

MANADO (gawai.co) — Kinerja ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) sepanjang 2025 masuk jalur positif. Tren ini mengemuka dalam Seminar Nasional Akhir Tahun 2025 yang digelar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan ini dibuka Gubernur Sulut Yulius Selvanus yang diwakili oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Syaloom Korompis, yang menegaskan bahwa Sulut berada pada fase penguatan ekonomi struktural di tengah tekanan global.

Gubernur dalam sambutannya menyebut pertumbuhan ekonomi Sulut mencapai 5,39 persen pada Triwulan III, dan 5,55 persen secara kumulatif 2025—lebih tinggi dari rerata nasional. Angka ini mempertegas perekonomian Sulut tahan banting, meski dunia masih dalam kondisi ketidakpastian.

Catatan paling menonjol datang dari sektor perdagangan luar negeri. Nilai ekspor Sulut per Januari–Oktober 2025 menembus USD 1 miliar, melonjak 52 persen dibanding tahun lalu.

Komoditas kelapa, perikanan hingga produk olahan agrikultur menjadi penyumbang utama, dengan permintaan kuat dari pasar Tiongkok.

Kenaikan tajam ini dinilai sebagai bukti Sulut makin kompetitif di rantai pasok global.

Stabilitas harga bahan pokok juga berada di zona nyaman. Inflasi November hanya 0,65 persen (yoy) dan terjadi deflasi secara bulanan. Pemerintah daerah tetap mengingatkan perlu adanya kewaspadaan agar tren deflasi tidak berlarut-larut, mengingat potensi dampaknya pada pendapatan pelaku usaha.

Perlu disadari sektor pariwisata juga terus menggeliat, Kunjungan wisatawan mancanegara di bulan Oktober 2025 mencapai 6.500 orang, naik hampir 40 persen. Wisatawan nusantara juga mencatat 11,78 juta perjalanan hingga Oktober 2025. Lonjakan ini mendorong konsumsi domestik dan memperkuat sektor jasa.

Di sisi lain, investasi Semester I 2025 mencapai Rp5,46 triliun atau 59 persen dari target tahunan. Lebih dari 7.500 tenaga kerja terserap, namun tingkat pengangguran masih berada di 5,99 persen sehingga penciptaan lapangan kerja berkualitas masih menjadi tugas besar.

Sementara itu, Ketua ISEI Cabang Manado Joy Tulung menjelaskan dinamika organisasi sepanjang 2025, termasuk pemilihan pengurus baru periode 2025–2028. ISEI Manado kini memiliki 575 anggota, dengan 525 anggota aktif.

Gubernur berharap ISEI menjadi mitra strategis dalam merumuskan rekomendasi ekonomi berbasis riset yang relevan dengan tantangan daerah.

Perencanaan dan harapan kedepan 2026, Bank Indonesia, DJPb dan Akademisi Paparkan Peta Jalan Ekonomi.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber kunci, Reynold Asri (BI Sulut) kinerja ekonomi Sulut, bauran kebijakan BI, dan proyeksi 2026, Hari Utomo (DJPb Kemenkeu) fiskal regional Triwulan III dan update fiskal nasional, Victor Lengkong (FEB Unsrat) pandangan akademik terkait transformasi ekonomi daerah.

Diskusi kali ini menegaskan Sulut memasuki tahun 2026 dengan perekonomian kuat, namun membutuhkan strategi lebih agresif dalam memperluas ekspor, menarik investasi berkualitas, menjaga daya beli dan memperkuat sektor riil.

Mdj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *