Makadada Apresiasi Kemenpora Perkuat Basis Data Wisata Olahraga: Dorong Kontribusi Sport Tourism terhadap Pertumbuhan PDB Nasional

Editor/Pewarta: Martsindy Rasuh

JAKARTA (Gawai.co) – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI kembali memacu penguatan basis data wisata olahraga nasional melalui Kegiatan Koordinasi Pengumpulan dan Penyajian Data Wisata Olahraga dan Potensi Daerah Wisata Olahraga. Agenda ini menjadi salah satu side event dalam rangkaian Indonesia Sports Summit 2025, dan dilaksanakan selama tiga hari, 6–8 Desember 2025, di Hotel 101 Jakarta Airport CBC, Benda, Kota Tangerang.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang konsolidasi strategis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku industri untuk membangun ekosistem pendataan wisata olahraga yang lebih valid, sistematis, dan terintegrasi secara nasional. Penguatan data ini dipandang krusial dalam mendorong peningkatan kontribusi sektor sport tourism terhadap laju Produk Domestik Bruto (PDB), terutama melalui kajian yang saat ini difokuskan pada 10 provinsi prioritas: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Lampung.

Peserta kegiatan berasal dari unsur pemerintah pusat dan daerah, dinas pemuda dan olahraga provinsi/kabupaten/kota, akademisi, serta pelaku industri wisata olahraga. Mereka secara kolaboratif membahas pemetaan potensi daerah, mekanisme pengumpulan data, serta strategi pengembangan sport tourism berbasis bukti (evidence-based policy).

Asisten Deputi Wisata Olahraga Kemenpora, Ibnu Hasan, menegaskan bahwa koordinasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia di sektor wisata olahraga global.

“Dalam forum ini, para pakar, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu merumuskan gagasan, ide, serta informasi yang tepat dalam memformulasikan arah pengembangan wisata olahraga ke depan sebagai daya ungkit pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sport tourism mempunyai prospek perkembangan yang signifikan seiring meningkatnya tren wisata berbasis aktivitas fisik, kesehatan, dan petualangan pada era pascapandemi.

“Tidak hanya menghasilkan masyarakat yang lebih sehat dan bugar, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, menggerakkan UMKM, dan membangun ekosistem olahraga yang maju serta berkelanjutan,” tegas Ibnu.

Indonesia Sports Summit 2025 sendiri menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan olahraga nasional untuk menyatukan arah kebijakan, termasuk penguatan industri olahraga, penyelenggaraan event olahraga, hingga pengembangan destinasi wisata olahraga. Melalui side event ini, pemerintah menargetkan tersusunnya peta jalan pendataan wisata olahraga nasional sebagai acuan lintas sektor dan lintas daerah.

Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai narasumber dari akademisi, termasuk Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat (FIKKM) Universitas Negeri Manado (UNIMA), Dr. Fredrik A. Makadada, M.Kes., AIFO, yang dalam waktu dekat akan menerima SK sebagai Profesor. Kehadirannya menambah bobot akademik kegiatan melalui pemaparan perspektif ilmiah mengenai tata kelola dan pengembangan sport tourism.

Makadada menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Kemenpora tersebut dan menegaskan komitmen dunia akademik untuk terus mendukung riset dan pengembangan berbasis data, termasuk didalamnya yakni FIKKM UNIMA. (Mrt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *