Pelantikan FKBT Kota Bitung, Maurtis: Pentingnya Sinergitas Dalam Keberagaman

Penulis: AlfondswodiEditor: Redaksi
  • Bagikan
Suasana pelantikan pengurus FKBT Kota Bitung, yang dihadiri langsung oleh Walikota bersama Wakil Walikota Bitung, Sekot Bitung dan Asisten I Pemkot Bitung serta para Staf Khusus Walikota yang membidangi. (ist)

BITUNG (Gawai.co) – Bertempat di ruangan sidang lantai IV kantor Walikota Bitung, Maurits Mantiri melantik pengurus Forum Komunikasi Badan Tazkir (FKBT) Kota Bitung.

Turut mendampingi Walikota Bitung, Maurits Mantiri, Wakil Walikota Hengky Honandar dan Sekertaris Daerah Kota Bitung, Audy Pangemanan serta Asisten I Pemkot Bitung, Julius Ondang.

Dalam sambutannya, Maurits menyampaikan selamat kepada segenap pengurus FKBT Kota Bitung yang telah dilantik.

“Kiranya dibawah kepemimpinan pengurus yang baru, benar-benar memberi warna baru ditengah indahnya perbedaan yang ada serta mampu menjalankan amanah sesuai dengan marwah organisasi” ujar Walikota Bitung. Kamis (13/01).

Selain itu menurut Maurits, saat ini Kota Bitung, memiliki banyak organisasi keagamaan dan kemasyarakatan dan organisasi – organisasi tersebut bertumbuh subur sejalan dengan kondisi demokrasi yang sehat.

“Untuk itu perlu kami ingatkan, jika kita berbakat di bidang politik, bangunlah Kota Bitung melalui jalur politik. Jika mampu berdakwah, ambillah peranan dalam bidang itu. Jika berpotensi sebagai pengusaha, jadilah pengusaha yang berdampak baik terhadap lingkungan sekitar” ujarnya.

“Begitu juga dengan birokrat, jalankanlah birokrasi dengan baik. Hal-hal ini harus bersinergi secara positif sehingga pembangunan di kota bitung terus berjalan dan semakin menjangkau semua elemen bangsa” lanjut Maurits.

Bahkan, kata Maurits kehadiran FKBT Kota Bitung menjadi momentum lahirnya semangat dan inspirasi baru di kota ini. Selaku pemerintah, FKBT Kota Bitung selalu menjadi partner pemerintah yang saling mendukung dalam menjalankan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Harapannya sebagai pengurus organisasi keagamaan, dapat memaknai setiap tindakan dengan didasari tuntunan agama sesuai ajaran alquran dan sunnah. Segala aktivitas harus dibingkai dengan iman dan mengingat allah pada setiap tindakan. Hal tersebut niscaya menjadi dasar untuk tetap berbuat baik, sekaligus mengasah kepribadian yang selaras dengan tuntunan agama” tandasnya.

Iapun menghimbau, bagi umat muslim agar tetap menjaga kerukunan hidup dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan kita sebagai anak bangsa.

“Berbeda pemahaman adalah hal lumrah, tapi tidak lantas dijadikan pegangan untuk membenarkan pendapat pribadi atau kelompok tertentu dan memusuhi yang lain. Kita hidup dalam keragaman, maka penting bagi kita untuk terus bersinergi” pungkasnya. (***)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.