Rektor Unima Genjot Pemeringkatan Webometrics dan Green Metrics

  • Bagikan
Rektor Unima Prof. Dr. Deitje A. Katuuk MPd. (ist)

Editor: Martsindy Rasuh

TONDANO (Gawai.co) – Civitas akademika Universitas Negeri Manado (Unima) dibawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Deitje A. Katuuk MPd terus menggenjot pemeringkatan, webometrics dan green metrics tahun 2021 di Kemendikbudristek. Hal ini disampaikan orang nomor satu di Kampus Biru (julukan Unima) kepada media ini, Selasa (6/7).

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar dapat menaikan peringkat Unima, yang pasti saat ini kami terus memaksimalkan pekerjaan yang ada,” ungkap istri guru besar senior Unima Prof. Dr. Sjamsi Pasandaran.

Ketika ditanya soal target Unima, Prof Dei menyampaikan, pihaknya tidak muluk-muluk untuk menentukan target, karena menurutnya kinerja dan inovasi yang perlu ditingkatkan agar mencapai prestasi atau angka yang signifikan.

“Kami tidak menentukan peringkat berapa yang akan dicapai Unima, akan tetapi semaksimal mungkin bekerja untuk mencapai hasil yang baik tentu, yah ujung-ujungnya adalah peringkat naik,” katanya.

Ia berharap, tim pemeringkatan, webometrics dan green matrics Unima yang sudah dibentuk dapat bekerja lebih maksimal serta menyelesaikan persyaratan yang harus dipenuhi di kementerian.

“Tentu hasil akhir yang menentukan. Kita boleh-boleh saja membuat target, tetapi jika tidak dibarengi dengan kerja keras pasti hasilnya tidak sesuai harapan,” sampainya.

“Tim yang ada patut diapresiasi karena telah bekerja maksimal untuk kebaikan kampus Unima. Terima kasih untuk tim yang terus berusaha memberikan yang terbaik menyelesaikan pemeringkatan ini,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa pencapaian untuk memenuhi persyaratan penilaian webometrics berdasarkan tiga indikator, yakni visibility merupakan jumlah eksternal link unik yang terhubung ke domain web perguruan tinggi (inlinks) yang terekam search engine Google dengan persentase penilaian 50 persen.

Kemudian, transparency/openness merupakan jumlah kutipan dari 210 penulis teratas dengan persentase 10 persen dan excellence or scholar merupakan jumlah artikel publikasi ilmiah yang terindeks pada jurnal internasional bereputasi tinggi dengan persentase sebesar 40 persen.

“Perlu diketahui bahwa webometrics merupakan sistem pemeringkatan yang dilakukan berbasis website terhadap perguruan tinggi di dunia,” ujarnya.

Selain itu, webometrics meyakini bahwa kehadiran dan visibilitas web dapat dijadikan indikator kinerja global sebuah universitas.

“Indikator ini mempertimbangkan komitmen pengajaran, hasil penelitian, prestis internasional, hubungan dengan masyarakat, termasuk sektor industri dan ekonomi, hingga universitas,” ungkap orang nomor satu di Unima ini.

Sebenarnya, sistem pemeringkatan webometrics ini bertujuan untuk mempromosikan publikasi web, mendukung inisiatif open access, serta mendukung akses elektronik untuk publikasi ilmiah dan materi akademik lainnya.

Ditambahkannya, pada dasarnya baik webomatrics maupun green matrics tujuannya sama yakni untuk pemeringkatan perguruan tinggi baik skala nasional maupun dunia.

“Unima menjadi salah satu kampus di Indonesia yang sementara menggenjot agar pemeringkatannya bisa naik,” tandasnya. (Martsindy Rasuh)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *