PSEL Digenjot, Pemprov Sulut Tandatangani Kesepakatan Bersama Lima Kabupaten/Kota

  • Bagikan
Penandatanganan kesepakatan bersama Bupati/Walikota se-Sulut yang dipimpin langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Kolongan, Minahasa Utara, Jumat (16/7/2021).

Editor : Jazzy Worotikan

SULUT (Gawai.co) – Pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL) mulai digenjot. Ini dibuktikan dengan keseriusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) dalam menggelar penandatanganan kesepakatan bersama Bupati/Walikota se-Sulut,Kolongan, Minahasa Utara, Jumat (16/7/2021).

Untuk diketahui, PSEL merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Acara tersebut dihadiri para pejabat terkait lainnya di lingkup Pemprov Sulut dan Pemkot Manado, Bitung dan Tomohon, serta Pemkab Minahasa dan Minut.

Hal tersebut diapresiasi langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey kepada Pemerintah Kota Manado, Bitung dan Tomohon, Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara, yang menyatakan tekad dalam kesepakatan dengan Pemprov Sulut dalam pembangunan di sektor lingkungan.

Menurut Dondokambey, perkembangan pembangunan, perekonomian dan pertumbuhan penduduk akan memberikan dampak positif kedepannya. “Ini sangat positif. Karena jika tidak dikelola dengan baik, peningkatan volume timbunan sampah dapat berpengaruh negatif terhadap kelestarian lingkungan. Untuk itu diperlukan suatu upaya perencanaan pembangunan ataupun sarana dan pra sarana yang memadai. Guna meminimalisir potensi terjadinya gangguan terhadap kelestarian lingkungan dan kelancaran proses pembuangan akhir sampah,” jelas dia.

Menurutnya, Pemprov Sulut telah melakukan berbagai upaya dalam mensiasati terjadinya gangguan terhadap kelestarian lingkungan, termasuk kelancaran proses pembuangan akhir sampah. “Hingga tahun 2021, Pemprov Sulut terus berupaya memantapkan pembangunan infrastruktur berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan, termasuk dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Upaya-upaya tersebut antara lain yaitu meningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian tata ruang serta percepatan dan ketepatan pembangunan infrastruktur yang berkualitas,” ucapnya.

Lanjut dikatakan Dondokambey, kedepannya kita akan menjalankan pembangunan dengan memperhatikan serta mengutamakan aspek lingkungan hidup, khususnya untuk pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, termasuk di dalamnya pengelolaan sampah regional dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) medis. “Untuk itu, pemerintah daerah wajib menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat, terlebih yang bernilai sangat strategis layaknya PSEL, yang dalam pengimplementasiannya di daerah memerlukan sinergitas yang erat antara pemprov dengan pemkab/pemkot guna memperoleh capaian maupun sasaran yang optimal. Saya mengharapkan apa yang kita sepakati dapat berdampak positif bagi daerah maupun masyarakat Sulawesi Utara. Dan nantinya dapat terus dipergunakan serta dimanfaatkan dalam mendukung pembangunan yang berorientasi kepada kelestarian lingkungan di Bumi Nyiur Melambai, yang akhirnya mampu memberi dampak terhadap pencapaian Visi Pembangunan Nasional, menuju Indonesia Maju,” tutupnya. (Jazzy Worotikan) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *