Miliki Peran Strategis Bidang Pendidikan, Kanwil Kemenag Sulut Gandeng Unima Jalin Kerjasama

  • Bagikan
Penandatanganan dokumen MoU antara Rektor Unima Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, MPd dan Kakanwil Kemenag Provinsi Sulut H. Anwar Abubakar SAg, MPd. (ist)

Editor: Martsindy Rasuh

TONDANO (Gawai.co) – Dalam peran dan potensinya, Universitas Negeri Manado (Unima) memiliki posisi paling strategis khususnya pada bidang pendidikan dan tenaga kependidikan di daerah. Menjawab akan hal itu, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggandeng Kampus Unima melalui kerjasama antar lembaga yang dilaksanakan di Auditorium, Selasa (27/7).

Pada kesempatan tersebut, Rektor Unima Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, MPd mengungkapkan, rasa syukur karena bertepatan dengan pelaksanaan wisuda, turut diadakan juga acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unima dengan Kanwil Kemenag Sulut.

“Unima merasa bangga, karena boleh diadakan acara yang amat terhormat ini, yakni penandatanganan MoU dengan Kemenag Sulut,” ungkapnya.

Diterangkan rektor, kerjasama ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam kegiatan tri dharma, khususnya dalam penyiapan sumber daya manusia, guru-guru agama di Sulut.

“Kemenag merupakan salah satu institusi pemangku kepentingan Unima, sehingga kerjasama ini mempunyai arti dan nilai yang sangat strategis dalam menyiapkan dan meningkatkan profesionalitas guru-guru agama,” terang rektor.

“Terima kasih juga karena Kemenag Sulut telah memilih Unima untuk boleh menjalin kerjasama, baik itu di bidang pendidikan maupun tentang keagamaan,” tuturnya.

Dikatakan rektor, kerjasama dengan Kemenag Sulut sangat diperlukan, dan dalam semangat kebersamaan membangun daerah, kita perlu terus meningkatkan sinergitas kerja antar lembaga.

“Terima kasih kepada Kakanwil Kemenag Provinsi Sulut H. Anwar Abubakar SAg, MPd yang berkenan hadir dalam acara wisuda hari ini, dan bahkan berkenan untuk bersama-sama menandatangani MoU,” ucapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Kakanwil Kemenag Provinsi Sulut H. Anwar Abubakar, SAg, MPd mengungkapkan, masing-masing kita baik Kemenag dan Unima memiliki peran strategis untuk meningkatkan SDM, pengembangan dan pemberdayaan umat serta masyarakat.

“Unima memiliki peran yakni memberikan bekal, persiapan untuk pengabdian melalui ilmu. Sedangkan Kemenag, memberikan bekal melalui imannya,” tutur Anwar.

Jadi, lanjut Anwar, berkaitan dengan ilmu dan iman, masih sama-sama bertanggungjawab terhadap pemberdayaan kepada masyarakat.

“Salah satu bentuk pembuktian dan pengabdian kita dalam pengembangan SDM ini maka dilaksanakanlah MoU antara Kemenag Sulut dan Unima,” katanya.

Melalui MoU ini juga diharapkan akan ada kemudahan bagi pegawai Kemenag Sulut yang ingin menimbah ilmu atau melanjutkan pendidikan S2 atau S3 di Unima.

“Diharapkan dengan adanya MoU ini pegawai kami di Kemenag tidak susah-susah lagi untuk melanjutkan studi S2 atau S3 di Unima,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, pada proses potensi pendidikan baik dari sisi SDM maupun sistem pendidikannya melalui Unima ini kita berharap ada banyak yang bisa dilakukan, diantara sekian banyak itu yakni tentang penelitian atau target analisis pencapaian pembelajaran daring khususnya pada kondisi pandemi ini.

“Mungkin di jurusan pendidikan ada formula atau metode tertentu yang bisa diaplikasikan di semua sekolah, madrasah, bagaimana supaya target bisa tercapai secara maksimal,” ujarnya.

Sebab, kata Anwar, berdasarkan data survey terbaru, rata-rata siswa yang mengikuti proses pembelajaran secara daring hanya bertahan 10-15 menit. Setelah itu, siswa ataupun gurunya tidak lagi tahan belajar daring.

“Secara otomatis yang sudah dibuat atau disusun dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), itu tidak tercapai,” katanya.

Mungkin, lanjut Anwar, melalui tenaga profesional Unima yang ahli pada bidang pembelajaran/pendidikan bisa memberikan strategi atau formula baru, kira-kira pembelajaran seperti apa yang lebih efektif di situasi pandemi saat ini.

“Kami juga punya penyuluh agama, dari semua agama melalui kerjasama ini pula dapat saling memperlengkapi,” sampainya.

Selain itu, dirinya mengingatkan, ada tiga hal yang menjadi agenda nasional yang selalu ditekankan oleh Presiden Jokowi serta melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yakni penguatan wawasan kebangsaan, penguatan wawasan keagamaan, dan pelestarian kearifan lokal.

“Di Sulut sendiri kita sudah memiliki itu, yang diperlukan sekarang ini adalah butuh pelestarian dan butuh penguatan,” ujarnya.

Melalui kerjasama dengan Unima ini, akan kita targetkan kedepan kepada penyuluh agama untuk bisa melakukan sinergi melalui pembekalan atau bimtek bagaimana teknik, metode dan kurikulum untuk ketiga hal disebutkan tadi.

“Saya selaku kakanwil memberikan penghargaan dan apresiasi luar biasa kepada ibu rektor dan seluruh jajaran civitas akademika Unima karena telah berkenan untuk bekerjasama,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Anwar mengatakan, dalam program RPJMN 2020-2024 oleh Presiden Jokowi menargetkan pada penguatan moderasi beragama, mungkin melalui Unima penguatan moderasi beragama ini dapat diintegrasikan pada pemberian materi-materi mata kuliah kepada semua mahasiswa, untuk semua jurusan dan untuk semua agama.

“Kenapa ini menjadi penting, karena moderasi beragama adalah merupakan bekal dan modal utama menjawab tantangan situasi kehidupan keberagamaan yang ada di Indonesia saat ini,” tuturnya.

Ada kecenderungan beberapa tahun terakhir ada kelompok tertentu, ada orang-orang tertentu, yang kadang menganggap dirinya hanya dia yang paling benar dan orang lain yang salah.

“Pandangan dan sikap seperti ini yang perlu kita tinjau kembali. Maka melalui RPJMN moderasi beragama masyarakat kita mampu bersikap dan memiliki pandangan terhadap pemahaman agama yang moderat. Tentu, perlu dibantu juga dari pihak akademisi, termasuk Unima,” ajaknya.

Intinya, harap Anwar, mari kita bekerja bersama untuk pengembangan SDM, peningkatan kualitas masyarakat dan semata-mata untuk kemajuan daerah Provinsi Sulut. (Martsindy Rasuh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *