Warroka : Perintah Walikota Ditindaklanjuti Dengan Program Nyata

  • Bagikan

Editor : Jhonly Kaletuang 

MANADO (Gawai.co) – Setelah kunjungan Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang (AA-RS) di sepanjang Pesisir Boulevard II, yang menekankan untuk menata tempat usaha kuliner yang berjejeran di lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dan memberikan mereka bantuan berupa tenda.

Serta menginginkan agar disepanjang pantai tersebut tidak terlihat kumuh karena adanya bangun permanen yang berdiri tanpa seizin Pemkot Manado, langsung direspon oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Manado, Hendrik Warroka, dengan menindaklanjuti lewat program nyata.

“Ini berkaitan dengan pariwisata, jadi IKM dan UMKM kuliner yang ada disana akan ditata berbasis tematik wisata, karena dia terintegrasi langsung dengan destinasi wisata unggulan Kota Manado yaitu Bunaken,” jelas Warroka, Kamis (17/6).

Sebab kata dia, sepanjang jalur Boulevard dari Kelurahan Sindulang Satu, Sindulang Dua sampai dengan Karangria, memiliki potensi besar terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Selain wisata kuliner akan ditambahkan dengan tempat penjualan cenderamata khas Manado,” terangnya.

Selain itu juga katanya, UMKM adalah salah satu pilar yang berpengaruh terhadap ekonomi kerakyatan meskipun itu dalam situasi yang sulit karena Pandemi Covid-19.

“Sehingga ini menjadi perhatian serius dari kami Disperindag dan akan melaksanakan arahan Pak Walikota, sehingga kawasan tersebut akan tertata dengan baik dengan menghilangkan kesan kumuh tanpa meninggalkan sisi unik dari lokasi tersebut,” lanjutnya lagi.

Bahkan untuk mempermudah dan membantu para pelaku usaha di lokasi tersebut, setelah ditata kemudian akan memikirkan pembagian area dimana harus ada kesepakatan bersama jangan sampai satu pedagang mendapatkan bagian yang besar dari pada yang lain.

“Sebab ketika pembagian tempat, ukuran tidak sama, maka disitu akan timbul masalah,” terangnya.

Lebih jauh lagi katanya, akan ada kordinasi dengan kecamatan dan kelurahan dimana untuk calon pemilik kios harus benar-benar berdomisili di kelurahan itu sendiri, bahkan sesuai data tim Disperindag di lapangan , sudah ada pedagang sebanyak 93 sepanjang jalur Boulevard.

“Dengan begitu akan mempermuda dalam pemetaan lokasi. Jika ada kelebihan lahan setelah pembagian tempat, ada kemungkinan orang luar. Namun itu tetap berkordinasi dengan pihak kelurahan,” lagi kata kadis yang dekat dengan wartawan.

Oleh karena itu, dia berharap upaya pemerintah ini akan membuat UMKM tetap eksis ditengah pandemi Covid-19, sehingga aktivitas ekonomi tidak berhenti.

Juga untuk mempermuda arus lalulintas di sepanjang Boulevard II, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak Polresta dan Dishub karena ini juga berkaitan erat dengan jalan.

Sementara itu Kepala Dinas Kooperasi dan UMKM Kota Manado, Soni Sondakh, mengatakan akan bersinergi dengan Disperindag demi menata kawasan tersebut.

“Kalau kami lebih ke pembinaan dan pelatihan, jadi setelah tertata akan kami akan memberikan pembinaan dan pelatihan,” kuncinya. (Tim Gawai)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *