Ribuan Pekerja Migran Sulut di Luar Negeri Tak Terdata, BRANI : Pekerjaannya Keren

  • Bagikan

 

Editor : Jhonly Kaletuang

MANADO, (Gawai.co) – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani
menyebut ribuan pekerja di luar negeri asal Sulut berangkat secara unprosedural.

“Alias berangkat tidak sesuai prosedur,” kata dia dalam sambutan pada penandatanganan MOU BP2MI dengan Pemkot Manado di ruang serba guna Pemkot Manado Selasa (22/6) pagi.

Lanjut dia, dari jumlah tersebut, yang terdata sekira 3000 pekerja migran asal Sulut.

Namun jumlah sesungguhnya adalah tiga kali lipat dari itu. “Jumlahnya sesungguhnya kurang lebih 9 ribuan. Paling banyak pekerja migran
Sulut berada di Amerika Serikat dan Jepang,” lanjut dia.

Sebut dia, pekerja migran asal Sulut keren. Mereka bekerja di sektor formal. Bukan di informal seperti kebanyakan pekerja migran.

“Jadi pekerjaannya
keren, kerja kantoran. Hanya saja tak jalur resmi. Ini jadi pekerjaan rumah bagi kita,” sambunya.

Karena berangkat tidak dengan jalur resmi, maka ada kerugian-kerugian bagi pekerja migran.
“Mereka di luar kontrol serta tak ada perlindungan BPJS,” katanya.

Oleh karena itu, ke depan jadi PR adalah bagaimana membuat
mereka ilegal dan
membawa devisa bagi daerah.
Dia menyatakan, kebutuhan kerja di luar negeri saat ini meningkat.

Seperti di Jepang, ada 325
ribu lapangan kerja yang lowong.
“Baru bisa dipenuhi oleh Indonesia sebanyak 5000, jadi peluang sangat besar,” katanya lagi.

Disisi lain, Kata pria yang pernah me jadi ketua GP Ansor pekerja Migran adalah “pahlawan” devisa. Mereka menyumbang 175 Triliun per tahun. Mereka ada pada posisi kedua.

“Jadi hanya kalah dari sektor migas,” katanya mengahiri.

Sementara itu, Walikota Manado Andrei Angouw berterima kasih atas kerjasama ini dan berharap akan ditinjaklanjuti setelah penandatangan MoU.
Bagi Walikota program kerjasama ini sangat baik dan akan dikawal supaya dapat mendorong perekonomian di Kota Manado.

“Ekonomi harus jalan yakni; Investasi harus jalan, ekspor harus jalan dan konsumsi harus jalan,” kata Walikota.

Diketahui hadir dalam acara ini Dua Deputi BP2MI dan 7 direktur, Sekot Kota Manado, Kepala UPT BP2MI Sulut, Ketua DPRD Kota Manado, Pejabat Eselon Pemerintah Kota Manado, Forkopimda Kota Manado, pimpinan BNI, BPJS Ketenagakerjaan dan undangan lainnya. (Tim Gawai)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *