Permukiman Warga Hangus Dilalap ‘Si Jago Merah’

Penulis: AlfondswodiEditor: Redaksi Gawai.co
  • Bagikan
Rumah warga yang terbakar. (Doc Foto: Gawai.co)

BITUNG (Gawai.co) – Sekitar puluhan rumah warga lingkungan 4, Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa – Kota Bitung, hangus dilalap ‘Si Jago Merah’

Diketahui, berdasarkan informasi warga kejadian tersebut sekitar pukul 13:00 Wita. Rabu (23/06).

Terpantau oleh sejumlah awak media, Tak selang sejam kobaran api pun mulai merambah  sejumlah rumah warga.

Dikarenakan kondisi dan letak bangunan rumah diwilayah tersebut sangat berdempetan, sehingga kobaran api pun sangat mudah menyebar.

Dan disertai dengan angin kencang, sehingga membuat kewalahan sejumlah petugas kebakaran yang dibantu oleh personil TNI dan Polri serta warga.

Lurah Kelurahan Bitung Tengah, Chrito Dame saat ditemui disela-sela kepanikan warga menyampaikan, kejadian kebakaran diperkirakan sekitar jam 13:00 Wita.

“Kurang lebih sekitar 50an rumah yang hangus terbakar, namun sesuai data jumlah warga yang tinggal di lingkungan tersebut sekitar 90an lebih kepala keluarga” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Bitung Maurits Mantiri dan Wakil Walikota Hengky Honandar menyampaikan, kepada sejumlah aparat yang berkepentingan dalam menanggulangi bencana ini secara dini.

“Turut prihatin akan kejadian yang di alami masyarakat khususnya yang mengalami musibah ini. Untuk itu saya minta kepada instansi terkait dalam hal ini BPBD, Dinas Kesehatan dan seluruh perangkat Kelurahan dan Kecamatan Maesa agar dapat all out dan konsentrasi di wilayah kebakaran ini,” ujar  Maurits saat ditemui dilokasi kejadian.

Walikota Bitung juga menghimbau kepada warga yang terdampak agar supaya segera mencari tempat yang aman untuk sementara dalam menunggu evakuasi kebakaran ini.

“Kita akan bergotong-royong mensikapi kejadian ini. Saat ini kami akan melakukan rapat lintas sektoral bersama unsur Forkopimda” tandasnya.

Saat disentil terkait dengan nilai kerugian dalam bencana kebakaran saat ini, dirinya menyampaikan masih dilakukan pendataan.

“Kerugiannya belum diketahui secara pasti, namun sudah dikoordinasi untuk menghitung dengan akurat dan pendataannya harus dilakukan secepatnya” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *