Libatkan Budayawan, Pemkab Kembali Telusuri Jejak Kesenian Tradisional Bolmong

Editor: Redaksi Gawai
  • Bagikan
Penelusuran Jejak Kesenian Tradisional Bolmong. (Foto: Ist)

Penelusuranaksi Gawai

BOLMONG, (Gawai.co) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), melalui Badan Perencanaan pembangunan Daerah (Bappeda) mengundang budayawan Bolmong raya (BMR).

Ini dalam rangka menelusuri jejak kesenian tradisional dan kebudayaan di Bolmong. Pertemuan tersebut, dibahas di Gedung Bontean Desa Bilalang Satu, Kecamatan Bilalalang, Minggu, (06/06/2021).

Pemerintah daerah melalui Bappeda Kabupaten Bolmong mulai melakukan langkah langkah revitalisasi kesenian dan kebudayaan daerah yang mengalami pergesaran, bahkan mulai di tinggalkan.

Revitalisasi kesenian dan kebudayaan daerah ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN Tahun 2020-2024, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 10 Tahun 2014 tentang pedoman pelestarian tradisi, Peraturan Daerah Bolmong Nomor 1 Tahun 2016 tentang RPJMD 2005-2025 dan  Perda Nomor 6 Tahun 2017 tentang RPJMD 2017-2022.

Acara itu, dibuka oleh Kepala Bappeda Bolmong Ir H Taufik Mokoginta, dan pemateri tenaga ahli Sekaligus Tokoh Budayawan Bolmong Chairun Mokoginta.

Peserta undangan dari tokoh – tokoh masyarakat kecamatan Passi Bersatu, Bilalang, dan para pelaku – pelaku kesenian tradisional di Bolmong.

Kaban Bappeda Bolmong Taufik Mokoginta menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya Pemerintah Bolmong, dalam rangka merevitalisasi dan melestarikan serta melakukan regenerasi pelaku kesenian tradisional di Bolmong.

“Ditengah kerasnya pengaruh arus  globalisasi dunia saat ini, sehingga kesenian tradisional  Bolmong sudah mulai ditingalkan bahkan dilupakan kaum generasi muda” kata Taufik.

Bila tidak segera kita merubah pola kaum muda hari ini, kata Taufik maka  kesenian tradisional Bolmong akan mengalami kepunahan dan tidak ada jejak sama sekali.

“Ini tugas kita yang sudah paham akan budaya Bolmong, untuk dapat memberikan kepada generasi kita berikutnya, agar ke khawatiran akan punahnya budaya Bolmong  terbantahkan,” katanya.

Sementara itu Hairun Mokoginta selaku pemateri, dan tokoh kebudayaan Bolmong mengatakan saat ini tradisi kesenian tradisional di Bolmong Raya sudah terkikis dengan peralihan zaman.

Bahkan kata dia, ditinggalkan dan mulai punah. Ia pun mengungkapkan ada Sebelas jenis alat musik trasisional yang dimiliki Kabupaten Bolmong. Namun tinggal empat yang sering digunakan. Itu pun hanya digunakan saat acara perkawinan atau menjemput tamu yang datang.

“Ada sebelas jenis alat musik tradisional saat ini sudah hampir punah. Tinggal empat yang boleh dibilang sering dimainkan,” tutupnya. (Tim Gawai)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *