Eunike Apresiasi ‘Hari Laut Sedunia’ Dengan Membuang Sampah Pada Tempatnya

Penulis: AlfondswodiEditor: Redaksi Gawai.co
  • Bagikan
Eunike Mamahit Siswa Kelas 11 SMA Negeri 2 Bitung. (Doc Foto: Istimewa)

BITUNG (Gawai.co) – Tanggal 08 Juni disetiap tahunya oleh Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) menetapkan sebagai Hari Laut Sedunia atau World Ocean Day dan hampir diperingati oleh seluruh negara di dunia.

Salah satu penggiat lingkungan Eunike Mamahit di momentum Hari Laut Sedunia meluhurkan sebagai bagian dari refleksi akan keterancaman biota laut dari sampah plastik.

“Sampah plastik merupakan salah satu faktor pencemaran laut serta mengancam akan kehidupan berbagai biota laut” ungkap siswa SMA Negeri 2 Bitung ini. Selasa (08/06).

Eunike sapaan akrabnya, diketahui memiliki hobby traveling serta melakukan berbagai aktivits outdoor seperti; mendaki gunung, hiking dan berenang. Saat dihubungi melalui pesan singkat elektronik berpesan akan hal ini.

“Mari kita bersama-sama melestarikan lingkungan dengan melakukan hal sederhana dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya” pesan moral Eunik kepada masyarakat Kota Bitung khusunya kaum milenial.

Menurutnya, saat ini dimasa pandemi sebagian masyarakat diwaktu weekand berlomba – lomba mengunjungi lokasi wisata bahari. Namun sangat disayangkan ketika mereka pulang ada puluhan bahkan ratusan kilo sampah plastik yang ditinggalkan dan ada juga dibuang langsung ke laut.

“Menikmati keindahan alam tanpa harus mengabaikan kelestariannya” pungkasnya.

Indonesia sebagai Negara Maritim

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki wilayah laut  terluas melebih luasan daratan, dengan luas lautan yang membentang lebih dari 5 juta km persegi secara keseluruhannhya.

Melalui laman situs web Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP-RI), menyatakan lautan Indonesia memilliki sekitar 3.25 juta km persegi dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) seluas 2.55 juta km persegi serta luasan daratan sebesar 2.01 juta km persegi.

SEJARAH SINGKAT HARI LAUT SEDUNIA

Berawal dari Unites Nations Conference on Environment and Development (UNCED) tahun 1992 di Rio De Janeiro, Brasil menetapkan setiap Tanggal 08 Juni sebagai Hari Laut Sedunia atau World Ocean Day.

Yang kemudian gagasan tersebut pada tahun 1998 oleh Intergovermental Oceanographic Commission of UNESCO mengampanyekan secara Internasional untuk memperingati Tanggal 08 Juni sebagai Hari Laut Sedunia dan kemudian pada tahun 2008 melalui Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) menetapkannya.

Dilansir dari laman Human Rights At Sea, tema Hari laut Sedunia bertajuk “The Ocean: Life and Livelihoods” atau “Lautan: Kehidupan dan Sumber Penghidupannya”.

Tema ini diangkat sebagai upaya untuk mengkampayekan pentingnya ekosistem laut dan perannya untuk manusia. Dan diwaktu yang sama oleh PBB meluncurkan situs web Hari Laut Sedunia yang dapat diakses melalui http://unworldoceansday.org/

Peringati Hari Laut Seduni di Masa Pandemi Covid-19

Menariknya di tahun ini, oleh sejumlah organisasi dan lembaga yang memperingati Hari Laut Sedunia di tengah pandemi covid-19, dilakukan melalui telekonferensi dan seminar daring yang mengundang pakar kelautan internasional untuk membahas mengenai biodiversitas laut, hubungan antara samudera dan ekosistemnya, penemuan sains kelautan terbaru, dan sebagainya.

Untuk informasi terkait dengan pelaksanaan peringati Hari Laut Sedunia secara Internasional dapat mengakses laman situs web resmi Hari Laut Sedunia oleh PBB.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *