Beri Pendampingan Bagi Warga Binaan, Unima dan Lapas Klas IIB Tondano Teken MoU

  • Bagikan
Suasana pelaksanaan penandatanganan MoU antara Unima dan Lapas Klas IIB Tondano. (ist)

 

Editor: Martsindy Rasuh

TONDANO (Gawai.co) – Inovasi terus dilakukan Universitas Negeri Manado (Unima) dibawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk MPd, hal itu guna memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) dari salah satu kampus terbaik di Sulut ini.

Jika sebelumnya Unima telah melaksanakan penandatanganan MoU dengan sejumlah kabupaten/kota di Sulut, kini universitas negeri yang dikenal dengan julukan kampus biru ini menjajaki kerjasama dengan Kanwil KemenkumHAM Provinsi Sulut khususnya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tondano di Kelurahan Papakelan.

Penandatanganan dokumen MoU oleh Rektor Unima Prof. Dr. Deitje A. Katuuk MPd bersama Kepala Lapas Klas IIB Tondano Mulyoko serta disaksikan langsung Kakanwil Provinsi Sulut Lumaksono SH MH.

Diketahui, dasar dari kerjasama ini pada pemberian pendampingan atau pembinaan keterampilan pada warga binaan, juga kerjasama di bidang pendidikan dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk MPd mengatakan, sejak berdiri menjadi salah satu PTN terbaik di Indonesia, Unima memiliki sejumlah pakar-pakar pendidikan yang nantinya diharapkan tidak hanya mampu menyalurkan ilmu pendidikan, tapi juga dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada.

“Kita berharap dengan keterlibatan dosen-dosen dan sejumlah fakultas yang ada di Unima, akan mampu memberi nilai tambah bagi kerjasama yang sudah dirintis antara Unima dan Lapas Klas IIB Tondano dibawah Kanwil KemenkumHAM Provinsi Sulut,” ungkap istri tercinta akademisi dan Pakar Perencanaan Unima Prof. Dr. Sjamsi Pasandaran.

Tak hanya itu, kerjasama antara Unima dan Lapas Klas IIB Tondano kali ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa maupun dosen Unima yang sementara melaksanakan penelitian pendidikan.

“Ada banyak mahasiswa dan dosen Unima yang sementara berinovasi, dengan adanya kerjasama ini diharapkan akan membantu pendidikan mereka, termasuk melakukan penelitian, pengembangan dan lainnya,” ujar mantan dekan FIP, yang juga Ketua Komisi WKI GMIM Bukit Karmel Batu Kota ini.

Sementara itu, Kakanwil Provinsi Sulut Lumaksono SH MH yang turut hadir pada kegiatan itu menyampaikan, tujuan dari kerjasama ini adalah pada pemberian pendampingan untuk mengembangkan keterampilan diri para warga binaan, sehingga setelah keluar dari lapas sudah diperlengkapi dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan.

“Minimal berguna untuk diri sendiri ataupun bisa dikembangkan pada masyarakat luas nantinya,” terangnya.

Memang, kata Lumaksono, program ini sudah lama, tapi untuk kali ini lebih dikembangkan dan yang jadi pionernya adalah Lapas Klas IIB Tondano. “Mudah-mudahan inovasi ini dapat dikembangkan juga di lapas yang ada di Sulawesi Utara, supaya akan semakin baik kedepan,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan diantaranya, para dekan dari masing-masing fakultas, para jajaran pimpinan Lapas Klas IIB Tondano dan Kanwil KemenkumHAM Provinsi Sulut. (Martsindy Rasuh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *