Wenur Ajak Masyarakat Jadikan Pola Hidup Sehat Sebagai Life Style

  • Bagikan
Miky Wenur

Editor: Tim Gawai

TOMOHON, (Gawa.co)– Melihat situasi pandemi yang belum kunjung usai, baik pemerintah pusat hingga organisasi kesehatan dunia mengajak setiap manusia untuk biaa beradaptasi dengan situasi ini. Gaung menjalankan protokol tetap pasca dilanda Covid-19, gencar disosialisasikan. Adanya potensi bahwa virus corona masih akan tetap ada di tengah masyarakat dalam waktu yang lama sampai ditemukannya vaksin, diharapkan masyarakat bisa menyesuaikan diri.

Hal kecil dari dalam diri guna bisa bertahan baik dalam situasi pandemi maupun masa yang akan datang, salah satu wakil rakyat yang tiada hentinya memperhatikan masyarakat angkat bicara. Miky Wenur selaku representasi masyarakat mengajak setiap warga untuk bisa beradaptasi dengan pandemi Covid-19. “Namanya perubahan dari kebiasaan lama memang tidak mudah, tetapi ini sudah menjadi keharusan masyarakat menerima gaya hidup baru,” terang Wenur.

Bunda PAUD Kota Tomohon ini menegaskan penggunaan masker saat beraktivitas, rajin cuci tangan dan menjaga jarak sosial dan fisik akan menjadi satu kebiasaan baru. “Beradaptasi memang membutuhkan proses tetapi lambat laun akan terbiasa, anjuran pemerintah sudah jelas memberikan pemahaman agar masyarakat bisa membentengi diri secara mandiri,” lanjut ibu dua anak ini.

Dirinya juga menganjurkan, masyarakat agar bisa sesegera mungkin menerima tatanan hidup baru buah pandemi ini. “Sudah harus mampu menjadikan pola hidup bersih dan sehat menjadi life style. Menggunakan masker saat berada di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak sosial dan fisik sudah harus menjadi kesadaran wajib setiap masyarakat,” jelas Wenur.

Sekretaris Komisi W/KI Sinedo GMIM ini juga menjelaskan sebagai umat yang percaya untuk bisa menjalani hidup normal yang baru tidak lepas dari usaha spiritualitas. “Untuk memudahkan segala usaha, tentunya dengan tetap memohon perlindungan Yang Maha Kuasa. Diharapkan pula setiap tempat publik, rumah makan, perkantoran dan tempat lainnya yang sering dikunjungi banyak orang supaya tempat cuci tangan yang ada dipelihara sebaik mungkin agar bisa digunakan terus menerus,” harapnya. (Tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *